AMP News :
Featured
Articles
Powered by Blogger.

Breaking News

Opini

Promo
Tahunan
×

Lagi, Polisi Gagalkan Pengiriman 277 Kg Ganja dari Aceh

AMP - Polda Sumsel menggagalkan pengiriman 277 kg ganja dari Aceh lewat jasa kargo ekpedisi.

Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel menangkap dua orang tersangka kurir narkoba jenis ganja di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Dari tangan kedua tersangka, polisi mengamankan 277 bal daun ganja kering siap edar asal Aceh dengan berat masing-masing 1 Kg per bal.

Menurut Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, kedua tersangka yakni Kodri (50) dan Solihin (44) yang merupakan warga Banyuasin ditangkap pada Selasa (19/9/2017) sekitar Pukul 14.30 WIB di jalan lintas Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin.

Keduanya ditangkap saat mengambil paket ganja yang dibungkus dalam lakban warna cokelat menggunakan mobil pikap di salah satu loket.

"Kita berhasil menggagalkan pengiriman barang khususnya berupa ganja sebanyak 277 bal atau lebih dari 1/4 ton, sekitar 277 kilogram. Ini hasil khusus pengungkapan Direktorat Narkoba dengan menangkap 3 orang saat menjemput dari salah satu loket kargo atau jasa ekspedisi," ujar Zulkarnain yang juga mantan Kapolresta Banda Aceh ini saat gelar perkara di Mapolda Sumsel, Rabu (20/9/2017).

Dari tiga orang yang ditangkap itu, dua di antaranya ditetapkan sebagai tersangka dan satu orang sebagai saksi. Dari hasil penyelidikan, barang ini merupakan stok yang dikendalikan oleh seseorang di salah satu lapas di wilayah Lampung dan sedang dalam pengembangan.

"Barang ini dikendalikan oleh salah seorang yang berada di Lapas dan sedang dalam pengembangan penyidik, ada dugaan ini bukan hanya jaringan lintas provinsi, bisa jadi lintas negara juga. Sejauh ini barang asal Aceh dikirim menggunakan jasa kirim barang dan di stok di Musi Banyuasin, rencananya akan disebarkan di beberapa daerah," sambungnya.

Atas penangkapan ini, Zulkarnain memastikan akan menerapkan pasal yang terberat dalam UU Narkotika agar kedua tersangka dapat dikenakan hukuman mati. Adapun barang bukti yang berhasil diamankan yakni sebuah mobil Pickup BG 9722 B dan 277 kg daun ganja kering.[detik.com]

Mayat Warga Cina yang Sudah Membusuk Ditemukan di Lhoksukon

AMP - Warga Lhoksukon dikejutkan penemuan sesosok mayat laki-laki etnis Tionghoa di sekitar alur Sungai Kebun Sawit, Gampong Seunebok Dalam, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, Kamis, (21/9).

Dari Informasi yang dihimpun AJNN, mayat lelaki dewasa tersebut diketahui bernama Michel Rinaldo Mesak (35), warga Jakarta. Ia diduga menjadi korban pembunuhan.

Hal tersebut terungkap atas pengakuan pelaku pembunuhan Suyatman (53) warga Gampong Buket Pidie, Kecamatan Paya Bakong, Aceh Utara saat menunjukkan lokasi pembuangan jasad korban kepada polisi.

"Iya benar, sudah ditemukan mayat warga etnis Tinghoa keturunan asal Jakarta yang diduga jadi korban pembunuhan. Korban ditemukan di sekitar alur sungai dalam kebun sawit," ujar Kapolres Aceh Utara AKBP Untung Sangaji kepada AJNN.

Kepolisian Resor Bireuen membawa tersangka dan bersama anggota Polres Aceh Utara menuju lokasi pembuangan jasad korban. Saat ditemukan jasad korban sudah mulai membusuk.

"Saat ini jasad korban sudah dievakuasi ke Bireuen untuk kepentingan penyelidikan karena kasusnya ditangani oleh Polres Bireuen. Kita hanya membantu pengembangan kasus saja," sebut Untung.

Sebelumnya dikabarkan, keluarga korban membuat laporan dugaan penculikan terhadap korban pada 14 September 2017 lalu. Dari hasil penyelidikan polisi berhasil menangkap tersangka Suyatman yang diketahui pada hari itu mengajak korban dari Bireuen ke kawasan Seunebok Dalam, Lhoksukon untuk melihat kebun sawit. Sesampai di lokasi tersangka kemudian membunuh korban.(AJNN)

Ibu Muda Tewas Tanpa Busana Sama Pria Lain di Semak-Semak, Tulisan Suami di Facebook Bikin Heboh

AMP - Masyarakat Ngabang dan sekitarnya dikejutkan oleh penemuan dua jenazah.

Kedua jenazah tersebut ditemukan di Dusun Sungai Buluh, Desa Hilir Kantor, Kecamatan Ngabang, Pontianak, Kalimantan Barat, pada Selasa (19/9/2017).

Belakangan diketahui, kedua jenazah itu berjenis kelamin laki-laki dan perempuan.

Ketika ditemukan, kedua mayat tersebut tanpa busana dengan posisi tengkurap.

Tampak pula kedua mayat tersebut berada di atas sebuah karpet.

Kasus itu kemudian juga ramai dibicarakan di sosial media.

Namun, ada sesuatu yang mengejutkan.

Sebab, saat netizen sedang ramai membicarakan masalah itu, tiba-tiba ada sosok yang juga ikut menuliskan sesuatu. Baca Selanjutnya

Jual Ganja, Polisi Tangkap Abusyik Bersama Dua Pemuda

Polsek Mutiara Timur, Pidie, mengamankan tiga warga bersama barang bukti (BB) ganja 2 kg di mapolsek setempat, Rabu (20/9/2017).
AMP - Polsek Mutiara Timur (Mutim), Pidie, Rabu (20/9/2017) sekira pukul 09.00 WIB, menangkap kakek (Abusyik) bersama dua pemuda di Desa Bale, Kemukiman Ujong Rimba, Kecamatan Mutim.

Kakek tersebut bernama Ali Basyah (80) warga Desa Bale. Lalu, dua pemuda Rian Anjani (24) warga Gampong Lada, Kecamatan Mutim dan Akbaruddin (21) warga Gampong Panca, Kecamatan Lembah Seulawah, Aceh Besar.

Kapolres Pidie, AKBP Andy Nugraha Setiawan Siregar SIK, kepada Serambinews.com, Rabu (20/9/2017) mengatakan, penangkapan tiga warga terkait kasus ganja dipimpin langsung Kapolsek Mutiara Timur, AKP Aiyub.

Penangkapan itu diawali penggerebekan di rumah milik Ali Basyah di Desa Bale Ujong Rimba saat terjadi transaksi barang haram tersebut.

Polisi juga meringkus dua pemuda bernama Rian Anjani dan Akbaruddin. Polisi menyita barang bukti (BB) 2 kilogram ganja kering.

Baca: Tinjau Jembatan Pusong-Pasi Jeumeurang‬ yang Ambruk, Ini Janji Abusyik

"Hasil pemeriksaan kakek Ali Basyah sebagai pengedar. Sementara dua pemuda sebagai pemasok," kata Kapolres Andy.[Serambinews]
 

Health

Video

Facebook

Religion


Tokoh

Tokoh

Translate

Tasauf

Google+ Badge