AMP News :
Home » , » Polisi Bubarkan Acara Santunan Yatim Piatu dan Pengajian Ramadhan di Cirebon

Polisi Bubarkan Acara Santunan Yatim Piatu dan Pengajian Ramadhan di Cirebon

AMP - Kabar tak sedap datang dari kota udang cirebon, Pasalnya Aparat Kepolisian membubarkan pengajian Ramadhan yang berisikan acara Santunan yatim piatu, Bedah buku dan Buka puasa bersama yang diselenggarakan oleh para Muallaf dan aktifis anti pemurtadan dengan pemateri Ust.  Bernard A Jabbar di Masjid Baiturrohim Kota Cirebon. Minggu (18/6/2017)

Dari info yang beredar, awalnya acara Kajian akan diselenggarakan di Masjid Pertamina Klayan namun di pindah ke Masjid Baiturrohim, karena adanya penolakan dari Presdir Pertamina.

Namun setelah lokasi acara di pindah ke Masjid Baiturrohim ternyata tetap masih ada intervensi yang datang dari aparat Kepolisian dengan meminta agar acara di batalkan, dan diancam apabila tetap dilaksanakan maka polres akan mengerahkan seluruh pasukan dan akan memproses hukum setiap orang yang ada di dalam masjid.

Pihak panitia acara dikabarkan sempat bernegosiasi dengan Kapolres Cirebon dan yang datang kelokasi agar acara tetap dapat terlaksana namun dengan format yg berbeda, bukan bedah buku akan tetapi hanya santunan yatim piatu dan buka puasa bersama.

Namun pihak aparat tetap menolak bernegosiasi, dan tepat pukul 12.43 WIB banyak anggota polisi disertai Ormas GMBI dan Macan Ali datang langsung membentuk formasi mengepung Masjid Baiturrohim, ketika salah satu dari peserta ( Ust. Andi Mulya) keluar pintu masjid beliau langsung di tarik dan di paksa untuk masuk ke dalam mobil, kemudian diikuti dengan semua peserta beserta Ust Bernard Abdul Jabbar selaku pemateri juga ikut dibawa ke Polres Cirebon Kota.

“kami masih menunggu tindak lanjut/kejelasan dari pihak aparat, mengapa kami di bawa padahl kami ingin beribadah,menyantuni anak yatim, dn berbuka puasa bersama, apakah umat Islam di negara ini di larang utk beribadah mengadakan kegiatan keislaman? Sdh tdk ada kah hak & keadilan utk umat islam saat ini?” Tulis Rifa’i Iwan salah seorang peserta pengajian dalam pesan WhatsApp nya.

Sampai berita ini di tulis pihak panitia dan para peserta masih menunggu kejelasan dari pihak aparat Kepolisian atas alasannya membawa peserta ke Mapolres Cirebon padahal ingin mengisi bulan ramadhan dengan beribadah. (mediaharapan.com)
Share this post :
Komentar

Post a Comment